//
you're reading...
Dunia Pendidikan

Menagih Komitmen Tenaga Kependidikan

oleh
Prof. Dr. Nur Syam, M.Si
Sebagaimana yang sering saya ungkapkan bahwa seharusnya pasca sertifikasi guru dan dosen, maka kualitas lembaga pendidikan atau bahkan kualitas pendidikan seharusnya meningkat. Hal itu tidak lain disebabkan oleh kenyataan bahwa kesejahteraan tenaga pendidik sudah relatif baik dibandingkan dengan sebelumnya.
Banyak asumsi yang menyatakan bahwa kesejahteraan Omar Bakri lah yang menyebabkan pendidikan di Indonesia tidak pernah beranjak meningkat. Stagnasi kualitas pendidikan di Indonesia itulah yang kemudian seharusnya bisa dijawab melalui keberhasilan pemerintah di dalam program sertifikasi tenaga pendidik.
Kualitas pendidikan Indonesia sebagaimana diketahui masih jauh dari harapan. Artinya bahwa di dalam banyak hal, maka pendidikan di Indonesia kalah jauh dibandingkan dengan negara lain. Misalnya di Asia Tenggara. Makanya dengan meningkatkan kesejahteraan guru dan dosen atau tenaga pendidik, maka diharapkan bahwa kualitas pendidikan akan bisa jauh meningkat.
Pemerintah sudah cukup responsif terhadap problem pendidikan ini. Bayangkan bahwa melalui rencana Inpres 2012, maka seluruh lembaga pendidikan dasar di Indonesia, baik sekolah dasar dan sekolah menengah pertama atau madrasah ibtidaiyah dan madrasah tsanawiyah akan runtas direhab tahun ini, sehingga tidak ada lagi lembaga pendidikan dasar yang ruangannya rusak berat. Kepedulian pemerintah semacam ini tentu harus dibaca sebagai bagian dari tingginya program yang pro pendidikan.
Meskipun demikian, kenyataannya bahwa problema pendidikan adalan problema yang sistemik, sehingga ketika satu masalah diselesaikan tidak serta merta menyelesaikan problem lainnya. Sehingga, di dalam praktiknha tetap saja dunia pendidikan akan tetap berkutat dengan masalahnya yang kompleks.
Terkait dengan hal ini, maka pasca direhabilitasinya seluruh lembaga pendidikan pada tinkatan pendidikan dasar, maka yang tidak kalah penting adalah bagaimana melakukan pembenahan komitmen para tenaga pendidikan untuk menyukseskan gerakan peduli pendidikan.
Saya kira bahwa problem mendasar yang dihadapi oleh para tenaga pendidik adalah tentang komitmen untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia ini. Para tenaga pendidik tidak hanya berhak untuk menuntut tunjangan fungsionalnya saja, akan tetapi juga harus mengembangkan dunia pendidikan untuk tujuan peningkatan kualitas pendidikan Indonesia.
Caranya adalah dengan meningkatkan kedisiplinan secara terus menerus. Tidak ada kata berhenti di sini. Artinya bahwa para guru dan dosen harus secara terus menerus berdisiplin diri di dalam mengembangkan pendidikan. Untuk kepentingan ini, maka tenaga pendidik haruslah terus menerus memperbaiki komitmennya di dalam menjalankan profesinya.
Itulah sebabnha di dalam UUGD dijelaskam bahwa prinsip pertama profesionalisme guru dan dosen adalah adanya komitmen pada profesi yang ditekuninya. Untuk memiliki komitmen tersebut maka orang harus bekerja sesuai dengan bakat dan minatnya. Bagaimana sebuah komitmen akan dapat dibangun jika di dalam diri orang yang bekefja tidak ada minat untuk bekerja di situ.
Makanya korelasi antara minat dan komitmen menjadi sangat kuat. Jika minatnya kuat, maka akan dapag dipastikan bahwa yang bersangkutan akan memilikk komitmen tentan apa yang dikerjakannya. Dan kemudian keduanya akan bertali temali dengan tanggungjawabnya sebagai tenaga pendidik yang profesional.
Wallahu a’lam bi al shawab.

About Aris Risyana

Mengasah Naluri Menguji Nyali

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: